Pekanbaru - Dalam sebuah opini yang ditulis oleh Mas Andre Hariyanto, seorang penulis buku dan trainer jurnalistik nasional, disuarakan pentingnya menjaga independensi wartawan dengan menghindari perangkapan jabatan di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau organisasi kemasyarakatan (Ormas). Opini ini muncul sebagai respons terhadap imbauan Dewan Pers terkait isu yang sama.
Andre Hariyanto menjelaskan bahwa Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik mengamanatkan wartawan untuk independen dan tidak terpengaruh oleh kepentingan luar. "Ketika seorang wartawan aktif dalam LSM atau ormas, akan sulit memastikan bahwa keputusan jurnalistiknya tidak dipengaruhi oleh kepentingan organisasi tersebut," ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi konflik kepentingan dan erosi kepercayaan publik jika wartawan merangkap jabatan. "Masyarakat bisa merasa tidak nyaman jika wartawan 'bermain di dua sisi', karena dikhawatirkan jurnalisme digunakan untuk menguatkan agenda politik atau advokasi organisasi," tambahnya.
Andre Hariyanto juga mengkritik argumen yang mempertahankan hak konstitusional wartawan untuk menjadi aktivis LSM, dengan menekankan bahwa kebebasan tersebut tidak absolut dalam konteks profesi jurnalistik. Ia mengutip Seruan Dewan Pers yang menyarankan wartawan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan LSM/Ormas demi menjaga kemurnian pers profesional.
Untuk menjaga marwah profesi jurnalistik, Andre Hariyanto memberikan beberapa rekomendasi, antara lain:
1. Wartawan sebaiknya tidak merangkap sebagai pengurus atau aktivis LSM/Ormas.
2. Media perlu menegakkan kebijakan internal yang melarang perangkapan jabatan.
3. Sosialisasi kode etik dan kewajiban profesional harus terus dilakukan.
4. Transparansi kepada publik mengenai latar belakang wartawan yang pernah aktif di LSM.
"Dengan menegakkan prinsip keprofesionalan jurnalistik yang murni, media dan wartawan bisa terus menjadi pilar utama demokrasi, pencerah publik, dan lembaga kritis yang dipercaya," pungkasnya.
Opini ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bagi para wartawan dan pimpinan media di seluruh Indonesia.**

